JJC – Jalan Jalan Ceria Yuk

5 Tempat Wisata ini, Harta Karun di Bali Timur yang Pasti belum Kamu Kunjungi!

headline-image-013

Pulau Bali merupakan salah satu mangsa bagi pemburu tempat wisata. Pulau yang memiliki kebudayaan kental yang melekat di masyarakat sehingga tak jarang mengundang banyak wisatawan lokal maupun mancanegara. Ditambah dengan panorama alam yang menggugah para penikmat alam.

Sebagai resolusi ditahun 2016, mungkin kamu membutuhkan tempat wisata yang baru. Tempat wisata yang berbeda dari biasanya. Tempat kunjungan wisata yang masih langka.

Bagi kamu yang lelah dengan hiruk pikuk kesibukan dalam kota yang membuat kepala penat, tempat wisata yang natural dan alami merupakan salah satu kunjungan yang sangat diperlukan. Untuk mendinginkan otak kamu tentunya.

Jika kamu ke Pulau Dewata, sempatkanlah mampir ke Kabupaten Karangasem. Mencari harta karun yang tersembunyi, diantaranya:

 

1. Desa Tenganan

Desa Tenganan

Desa Tenganan via dewey.petra.ac.id

Tenganan merupakan desa tradisional di Bali (Bali Aga) yang gaya hidup masyarakatnya masih berpedoman pada peraturan dan adat istiadat peninggalan leluhur. Berlokasi dibagian timur pulau Bali, Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem, untuk menuju desa Tenganan hanya memakan waktu perjalanan sekitar satu setengah jam (sekitar 70 kilometer) dari Bandara Internasional Ngurah Rai.

Arsitektur bangunan desa masih mempertahankan adat istiadat dengan ciri bangunan penduduk yang terbuat dari batu merah, batu sungai dan tanah. Tenganan juga disebut sebagai Desa Kerajinan Kain Gringsing (Tenganan Pengringsingan Bali), karena masyarakatnya sebagian bermata pencaharian sebagai penenun kain Gringsing. Kain dibuat dengan teknik dobel ikat yang merupakan ciri khasnya. Konon katanya kain ini terkenal hingga mancanegara.

Selain itu ada juga tradisi Mageret Pandan (Perang Pandan) dimana sepasang pemuda desa berperang menggunakan daun pandan, saling menyayat punggung mereka dengan duri pandan. Tujuannya adalah untuk melatih fisik dan mental para pemuda. Luka sayatan diobati dengan obat tradisional dari bahan alami. Tradisi ini dilakukan setiap tahun pada pertengahan Juli. Bukankah hal ini menarik untuk diabadikan dalam kenangan kamu?

 

2. Candidasa

Candidasa

Candidasa via graceeliz.files.wordpress.com

Candidasa merupakan Resort Wisata. Disana kamu bisa menemukan pantai, restoran maupun tempat menginap. Jarak yang ditempuh dari bandara Ngurah Rai adalah 65 kilometer dan perjalanan memakan waktu selama satu jam.

Kawasan Candidasa adalah kawasan Resort yang mirip dengan kawasan objek wisata Sanur. Terdapat hotel mulai dari kelas melati sampai hotel berbintang, juga tersedia cafe, bar dan restoran. Selain hotel, Candidasa juga memiliki pantai pasir putih yang bisa dikunjungi untuk menghabiskan waktu.

Jadi bagi kamu yang ingin berjalan-jalan di Bali Timur tidak usah khawatir akan menginap disini, karena kawasan ini dekat dengan beberapa tempat wisata. Dengan demikian kamu bisa mengakses tempat wisata lainnya dengan mudah. Seperti pepatah, sambil menyelam minum air.

 

3. Taman Ujung

Taman Ujung

Taman Ujung via otwbali.com

Taman Ujung terdapat di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem. Jarak tempuh sekitar 85 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Taman Ujung lebih dikenal masyarakat sebagai Taman Soekasada.

Merupakan kompleks istana air yang dibangun pada tahun 1919 dan diresmikan tahun 1912. Dibangun oleh raja terakhir Karangasem, I Gusti Bagus Jelantik yang memerintah Karangasem antara tahun 1909 dan 1945. Tempat ini dibangun untuk tempat peristirahatan keluarga raja serta untuk menyambut tamu penting dan Raja dari Negara tetangga. Jika tertarik dengan kerajinan lokal dapat ditemukan di toko daerah sekitar.

Taman Soekasada merupakan warisan budaya yang ada di Karangasem. Arsitektur bangunan merupakan kombinasi dari arsitektur Bali dan Eropa. Ada tiga kolam besar dan luas disekitar daerah ini.

Di tengah kolam utama, terdapat bangunan yang menghubungkan sisi-sisi kolam dengan dua jembatan. Pada kompleks tertinggi, pengunjung akan menemukan patung “warak” (badak). Dibawah warak ada patung banteng. Melalui tempat tinggi ini kita bisa melihat pemandangan laut yang super pecah dengan hutan hijaunya. Gunung Agung yang dikombinasikan dengan persawahan hijau akan memanjakan mata para penikmat alam.

Taman Ujung dulunya sempat rusak akibat meletusnya Gunung Agung pada tahun 1963 dan semakin buruk dengan gempa bumi pada tahun 1979. Namun, pembangunan kembali telah dilakukan untuk menyelamatkan tempat ini dan mempertahankan kejayaan kompleks istana air ini dengan merekonstruksi dan merevitalisasinya. Meskipun tidak utuh seperti dulu, namun keindahan dan kemegahannya masih terlihat sampai sekarang.

 

4. Telaga Waja

Telaga Waja

Telaga Waja via www.putubalitourguide.com

Telaga Waja terletak di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Merupakan sungai yang bagus untuk kegiatan arum jeram. Airnya yang jernih dan banyak lekuk dengan bebatuan besar sepanjang aliran sungai. Sangat dirokemandasikan bagi kamu yang menyukai tantangan olahraga air.

Pemandangan sepanjang sungai sangat memanjakan mata dan udaranya juga sejuk. Sangat pas bagi kamu yang ingin me-rileksasi-kan pikiran. Sungai ini memiliki aliran air yang tetap. Kamu juga akan menemukan air terjun yang mengagumkan disana. Bagaimana? Sudah terbayang kan kamu akan menikmati irama aliran air yang menyegarkan.

Telaga Waja memiliki tingkat II dan tingkat III dan bersebelahan dengan tingkat IV dalam jeramnya. Perjalanan dimulai dari lembah terbuka Desa Rendang. Tersuguhkan pemandangan dibawah aliran air terjun jernih yang menakjubkan. Dari kejauhan kamu bisa menyaksikan anak-anak desa bermain di sungai dan petani yang bekerja di sawah.

Titik akhirnya di Desa Muncan. Pada titik akhir ini kamu bisa mandi untuk membersihkan badan, jadi jangan lupa membawa baju ganti ya! Selanjutnya kamu dapat menikmati sarapan pagi sambil menyaksikan pemandangan Bali yang mengagumkan dari restoran. Disini juga tersedia beberapa hotel dan tempat makan sehingga jika ingin bermalam di tempat ini kamu tidak usah bingung mencari tempat peristirahatan.

 

5. Puri Karangasem

Puri Karangasem

Puri Karangasem via baliskytour.files.wordpress.com

Puri Karangasem terdapat di Amlapura dengan jarak tempuh sekitar 78 kilometer dari Denpasar. Puri Agung Karangasem dibangun pada abad ke-19 oleh Anak Agung Gede Jelantik, raja pertama Kerajaan Karangasem. Tujuan wisata ini sangat bagus untuk dikunjungi karena disini kamu akan disuguhkan arsitetur bangunan yang terbilang unik dimana arsitekturnya merupakan kombinasi antara arsitektur gaya Bali, Cina, dan Eropa. Hebat kan!

Arsitektur Bali bisa kita temukan pada pahatan patung-patung Hindu dan relief pada dinding puri. Sedangkan pengaruh Eropa terlihat pada gaya gedung utama dengan beranda yang besar. Terakhir kita akan melihat arsitektur Cina pada gaya jendela, pintu, dan ornament lainnya.

Puri Agung Karangasem terbagi menjadi tiga bagian, yakni Bencingah, Jaba Tengah, dan Maskerdam. Bencingah adalah bagian depan dari Puri. Di tempat inilah sering dipentaskan pentas kesenian.

Jaba Tengah merupakan kawasan yang menjadi kebun puri dengan kolam. Di tengah kolam dapat ditemukan sebuah bangunan yang disebut “Balai Gili” atau yang disebut juga dengan gedung mengambang, disini kita akan menemukan dua pohon lychee tua.

Pada bagian ketiga adalah Maskerdam, yang diberikan setelah nama kota Amsterdam, sebuah kota di Belanda. Bangunan ini dibangun pada awal Raja Karangasem memulai hubungan dengan Pemerintah Belanda.

Desa Tenganan dengan kebudayaannya, Candidasa dengan pesona pantai dan kemewahan resortnya, Taman Ujung dengan keindahan Istana Airnya, Telaga Waja dengan jeramnya, dan Puri Agung dengan kecantikan arsitekturnya. Melalui kabupaten Karangasem saja kamu bisa menikmati lima aspek keindahan dalam dunia kewisataan. Jika kamu masih ingin berlama-lama lagi disini, kamu bisa menjelajah tempat menarik lainnya di Karangasem ini loh.

Jadi siapkan waktumu untuk hunting harta karun tersembunyi di Pulau Bali. Agenda travel seru ini bisa menjadi hits di tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *