JJC – Jalan Jalan Ceria Yuk

7 Destinasi Wisata di Yogyakarta Buat Kamu Para Pecinta Seni!

Headline-Image-#015

Yogyakarta, selain dikenal sebagai kota pendidikan juga dikenal sebagai kota seni. Dengan sangat mudah kamu bisa menjumpai berbagai macam karya seni di kota gudeg ini, mulai dari street art yang terpampang hampir di seluruh sudut tembok kota sampai dengan art space yang banyak terdapat di sini.

Berbagai macam objek wisata juga bisa dengan mudah ditemui, mulai dari objek wisata heritage semacam candi ataupun peninggalan sejarah lainnya sampai dengan objek wisata alam seperti deretan pantai di Wonosari, Gunung Kidul.

Kali ini, redaksi akan membagi beberapa destinasi tempat seni yang menarik saat kamu berkunjung ke Yogyakarta.

 

1. Kedai Kebun Forum

Kedai Kebun Forum

Kedai Kebun Forum via www.numberonetrip.com

Kedai Kebun Forum (KKF) adalah sebuah ruang alternatif untuk seniman dalam memamerkan, mementaskan dan mendiskusikan karya yang berdiri pada tahun 1997. Selain menjadi ruang untuk berkesenian, Kedai Kebun Forum yang terletak di Jl. Tirtodipuran, Yogyakarta ini juga memiliki restoran yang digunakan dalam supporting system kegiatan berkesenian yang berlangsung di sana.

Suasana yang cozy dan nyaman dengan berbagai macam instalasi seni yang terdapat di sini membuat kamu dapat berlama-lama dalam menikmati hidangan lokal maupun internasional yang tersedia.

Ruangan Kedai Kebun Forum terbagi menjadi tiga macam, yaitu restoran, galeri seni dan juga aula. Aula lebih banyak digunakan sebagai ruang pertunjukan teater, pemutaran film dan juga pertunjukan musik. Saat ini ada beberapa proyek rutin yang digelar di Kedai Kebun Forum, seperti pertunjukan akustik – visual LELAGU, FESTIVAL dan juga pemutaran dan diskusi film Jerman yang bekerjasama dengan Goethe Institut.

 

2. IVAA (Indonesian Visual Art Archive)

IVAA

IVAA via www.rizekiraharja.blogspot.com

Sebagai kota seni, kurang lengkap jika Yogyakarta tidak memiliki tempat pengarsipan buku-buku tentang perkembangan seni visual dan seni rupa di Indonesia.

IVAA adalah sebuah lembaga yang berdiri secara mandiri dan diresmikan pada tahun 1995 dengan nama Yayasan Seni Cemeti. Yayasan ini di tahun 2007 berganti nama menjadi menjadi Indonesian Visual Art Archive.

Tujuan awal di bentuknya IVAA adalah sebagai ruang kreatif yang mendukung perkembangan budaya seni kontemporer di Indonesia.

Beberapa arsip dokumentasi yang bisa kamu temui di sini antara lain dokumentasi proses berkarya seniman Indonesia dan asing dalam dalam bentuk koleksi audio, foto dan video, kumpulan buku referensi seni visual dan budaya, arsip katalog pameran dan juga kumpulan karya seniman-seniman kontemporer.

 

3. Ruang MES 56

Ruang MES 56

Ruang MES 56 via www.universes-in-universe.org

Meskipun sudah beberapa kali berpindah lokasi, Ruang MES 56 bisa dikatakan sebagai tempat seni dan budaya, karena selain berfungsi sebagai galeri ruang seni untuk berpameran khususnya fotografi, tempat ini juga sering digunakan untuk sekedar berkumpul oleh para pecinta seni di Yogyakarta.

Ruang sederhana ini terletak di Jl. Mangkuyudan, Mantrijeron, Yogyakarta, dimana terdapat beberapa ruangan untuk residensi seniman dan ruangan untuk galeri foto. Ruangan galeri ini juga cukup sering digunakan untuk melakukan diskusi ataupun workshop.

Pada awalnya Ruang MES 56 dibentuk oleh sekumpulan seniman Yogyakarta yang memiliki latar belakang bidang fotografi kontemporer, diawali sebagai lembaga non profit, saat ini Ruang MES 56 sudah berkembang tidak hanya pada bidang fotografi kontemporer saja tetapi mulai menggunakan medium lain dalam berkarya, antara lain adalah berupa seni instalasi.

 

4. Kelas Pagi Yogyakarta

Kelas Pagi Yogyakarta

Kelas Pagi Yogyakarta via www.kelaspagiyogyakarta.com

Kelas Pagi Yogyakarta atau biasa disingkat dengan KPY adalah ruang komunitas untuk belajar fotografi yang dibentuk pada tahun 2009 semacam sister project dari Kelas Pagi Jakarta yang dibentuk oleh fotografer Anton Ismael.

Di luar jadwal kelas mengajar atau pameran, setiap harinya selalu ada angkringan untuk sekedar nongkrong dan wifi an, terdapat juga perpustakaan yang berisikan buku-buku mengenai fotografi. Belakangan ini banyak alumni Kelas Pagi Yogyakarta yang masih sering berkumpul dan pembentukan komunitas baru dan bisa berlanjut ke program-program baru, seperti ada kelas lanjutan yang digelar oleh Budi Dharmawan, direktur Galeri dari Kelas Pagi Yogyakarta contohnya.

Untuk bisa bergabung dengan Kelas Pagi Yogyakarta tidak ditarik biaya pendaftaran dan jumlah siswa yang direkrut untuk tiap angkatannya cukup besar yaitu sekitar 200 siswa, dengan tujuan jika ada penyusutan setelah kelas berjalan selama kurang lebih 1.5 tahun masih ada siswa yang tetap mengikuti kelas sampai materi pengajaran selesai.

Meskipun selalu ada penyusutan siswa, sebagai komunitas Kelas Pagi Yogyakarta tidak memberikan penghargaan secara tertulis untuk siswanya yang sudah lulus, namun bisa membantu para siswanya untuk berkarir lebih jauh lagi setelah mendapat ilmu fotografi yang benar dan juga memiliki portfolio sendiri.

 

5. Museum Ullen Sentalu

Ullen Sentalu

Ullen Sentalu via www.chealiving.com

Jika kamu menyukai mengenai budaya Jawa dan batik, maka museum yang terletak di kawasan wisata Lereng Gunung Merapi, Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini wajib untuk kamu kunjungi.

Museum yang memiliki luas tanah 11.990 m² ini diresmikan pada Maret 1997 oleh KGPAA Paku Alam VIII, selaku gubernur DIY. Museum yang bergaya arsitektur gothic ini diberi nama Ullen Sentalu yang memiliki arti “Nyala obor adalah pentunjuk manusia untuk mencapai masa depannya.”

Di museum ini kamu bisa belajar banyak mengenai kebudayaan masyarakat Jawa melalui dokumentasi yang dipamerkan di sana, seperti koleksi berbagai macam corak batik Jawa, pakaian, lukisan dan foto-foto mengenai berbagai kejadian bersejarah di Yogyakarta dan Surakarta.  Benda-benda yang di display di Ullen Sentalu kebanyakan berasal dari koleksi pribadi Keraton yang berada di Solo dan Yogyakarta.

 

6. Pameran Seni Rupa Art Jog

Pameran Art Jog

Pameran Art Jog via www.isigood.com

Sebagai kota seni, tentu wajar jika Yogyakarta memliki banyak galeri seni dan kegiatan pameran seni. Nah, pameran seni yang harus kamu kunjungi jika sedang berada di Yogyakarta adalah Art Jog. Art Jog adalah sebuah festival, pameran, dan pasar seni rupa kontemporer tahunan yang digelar di Taman Budaya Yogyakarta.

Kabarnya, Art Jog adalah pameran seni rupa terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Pameran ini pertama kalinya digelar pada tahun 2008 dengan nama Jogja Art Fair yang merupakan rangkaian dari acara Festival Kesenian Yogyakarta XX.

Ribuan seniman dari Indonesia dan Internasional berpartisipasi setiap tahunnya di pameran ini, dengan jumlah pengunjung yang rata-rata mencapai 20.000 orang pengunjung setiap harinya. Tahun lalu bahkan istri dari mendiang John Lennon, Yoko Ono bahkan menjadi salah satu partisipan dari pameran seni ini. Keren ya!

 

7. Festival Kesenian Yogyakarta

Festival Kesenian Yogyakarta

Festival Kesenian Yogyakarta via www.jalanjogja.com

FKY atau Festival Kesenian Yogyakarta adalah bentuk perayaan seni tahunan yang melibatkan seluruh warga Yogyakarta. Festival ini berpindah-pindah lokasinya setiap tahunnya dan digelar selama kurang lebih satu bulan lamanya.

Banyak pertunjukan seni baik tradisional maupun modern yang ditampilkan di festival ini, selain itu terdapat juga berbagai macam stand yang menyajikan makanan, pernak-pernik dan permainan tradisional yang tentunya menarik untuk kamu kunjungi.

Selain wisata alam dan kuliner, ternyata di Yogyakarta masih banyak destinasi lain yang bisa kamu kunjungi saat berliburan di Yogyakarta, karena di Yogyakarta banyak hal yang berhubungan dengan seni yang tidak boleh kamu lewatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *