JJC – Jalan Jalan Ceria Yuk

7 Tempat Wisata Bersejarah Nan Mengagumkan di Pulau Sumatera Ini Wajib Dimasukkan ke Daftar Next Trip Kamu!

headline-image-045

Berlibur ke tempat wisata yang memiliki nilai sejarah memang bisa memberi arti tersendiri ya! Apalagi jika tempat itu memiliki nilai sejarah yang berkaitan dengan negara kita, wah kamu tidak hanya mendapat relaksasi dari berwisata, tapi juga sedikit ilmu dari berkunjung ke tempat-tempat bersejarah itu.

Masih ingat apa kata Bung Karno?

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejaranhnya”, dan

“Jangan sekali-sekali melupakan sejarah”

Yups, sepertinya apa yang dikatakan oleh Bung Karno ini memang ada benarnya! Karena seiring kemajuan zaman, kini banyak dari generasi muda melupakan atau justru malah tidak tahu mengenai sejarah Nusantara.

Nah, maka dari itu, kamu-kamu yang masih muda kini sudah waktunya untuk menjelajahi Nusantara agar bisa kembali mengenal lagi sejarah Indonesia. Karena Indonesia mengalami masa penjajahan yang sangat panjang, maka tentu saja jejak-jejaknya ada hampir di segala penjuru pulau, dari barat hingga ke timur.

Salah satunya terletak di Pulau Sumatera. Yap, pulau indah dengan hamparan hijau dan laut yang menyejukkan mata ini, ternyata menyimpan banyak sekali nilai sejarah pada beberapa tempatnya. Ingin tahu lokasi bersejarah apa saja yang ada di sana? Yuk, cek di sini!

 

1. Gedung Lonsum Sumatera

Gedung Lonsum

Gedung Lonsum via 2.bp.blogspot.com

Buat kamu yang belum tahu, mungkin sekilas dari gambarnya kamu akan berfikir ini di Eropa. Tapi setelah kamu perhatikan kondisi jalan, jelas ini bukan di Eropa, tapi di Medan! Yuk, beralih ke daerah Sumatera Utara yaitu Kota Medan, di sini ada satu bangunan bergaya khas arsitektur Eropa yang diberi nama Gedung London Sumatera.

Sekilas nama ini unik ya, karena bentuknya yang mirip bangunan di Inggris lantas diberi nama Gedung London Sumatera lantaran gedung ini berdiri di Sumatera. Sebenarnya bukan tanpa sebab kenapa bangunan ini dinamakan demikian. Gedung megah ini dibangun pada tahun 1906 yang pada masa itu merupakan tahun kelahiran Ratu Belanda yaitu Ratu Juliana.

Kemegahan gedung ini yaitu bangunannya terdiri dari 5 lantai dan menjadi gedung pertama yang menggunakan teknologi lift pada masa itu. Fungsi dari gedung ini pada zaman dulu yaitu sebagai kantor perdagangan dan perkebunan. Setelah bangunan ini tidak lagi berfungsi sebagai kantor, gedung ini mengalami sedikit perubahan nama yaitu PT PP London Sumatera.

Kalau kamu ingin swafoto dengan latar belakang arsitektur Eropa, kamu nggak perlu mahal-mahal pergi ke Eropa, cukup datang ke gedung ini yang berlokasi di Jl. Jendral Ahmad Yani. Oh ya, gedung ini juga sudah resmi ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya pemerintahan Medan, loh! Keren, kan!

 

2. Taman Makam Kerkhof Peutjoet

Taman Makam Kerkhof Peutjoet

Taman Makam Kerkhof Peutjoet via 2.bp.blogspot.com

Masih dari tanah Serambi Mekkah. Sekilas nama tempat ini terdengar seperti nama-nama Belanda, yah? Dan benar saja, tempat ini memang tempat peristirahatan para perwira Belanda yang wafat di tanah Aceh pada masa perang. Jadi, kalau kamu ingin wisata religi sekaligus mengenal kembali sejarah bangsa, maka berkunjunglah ke Kerkoff Peutjoet.

Komplek pemakaman Belanda ini cukup luas, karena ada sekitar 2000 lebih nisan yang berdiri di tanah pemakaman ini. Sampai-sampai sejarah dunia mencatatkan bahwa Kerkoff Peutjoet adalah komplek pemakaman Belanda terbesar di dunia. Hal ini juga masih belum seberapa loh dengan makam Belanda lain yang masih ada di sekitar Aceh dan pulau-pulau lain.

Banyaknya pemakaman dan nisan Belanda yang berdiri di tanah Indonesia seperti Aceh ini, dengan jelas menunjukkan bahwa betapa sengit dan kerasnya perlawanan bangsa kita dalam memerangi kependudukan Belanda di Indonesia demi membela kemerdekaan, harkat, dan martabat bangsa Indonesia.

 

3. Istana Siak Sri Indrapura

Istana Siak Sri Indrapura

Istana Siak Sri Indrapura via riolis.files.wordpress.com

Masih dari tanah Riau nih! Nah, kalau kamu suka berswafoto dengan latar belakang bangunan yang aristokrat, maka kamu wajib untuk mengunjungi bangunan cantik yang bernama Istana Siak Sri Ideraprata ini. Taman yang luas serta gaya arsitekturnya yang unik, yaitu seperti bangunan istana di negara Timur-Tengah, menjadikan bangunan ini memiliki julukan Matahari Timur.

Istana Sia ini merupakan salah satu warisan sejarah Melayu Islam yang ada di Kabupaten Siak Sri Indraputra, Provinsi Riau. Istana ini mulai didirikan pada tahun 1889 pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim. Nah, hingga saat ini, bangunan ini masih berdiri kokoh sebagai simbol kejayaan dinasti Sultan Syarif Hasyim.

Selain sebagai simbol sejarah, istana ini juga merupakan kediaman resmi sang Sultan yang selesai dibangun pada tahun 1893. Nah, jika kamu berkunjung ke sini maka kamu tidak hanya bisa mendapatkan background yang keren untuk foto, tapi juga bisa melihat berbagai barang peninggalan bersejarah seperti, tahta Sultan, senjata, perhiasan, dan segala macam perabotan istana pada masa itu.

 

4. Istana Maimun

Istana Maimun

Istana Maimun via panel.mustangcorps.com

Istana Maimun merupakan salah satu landmark ternama di tanah Medan yang kini menjadi objek wisata utama bagi para wisatawan. Istana Maimun ini merupakan jejak peninggalan pemerintahan Kesultanan Deli yang di bangun di atas tanah seluas 2. 77. 2 meter persegi pada tahun 1888.

Nah, yang menarik dari istana ini yaitu model asritektur yang diterapkan pada istana ini merupakan campuran antara budaya Melayu, Islam, Spanyol, India, dan Italia. Wow, makannya jika dipandangi dari berbagai sisi, percampuran budaya yang begitu banyak ini bisa lebur menjadi satu dengan berdirinya istana megah ini.

Untuk kamu yang mau berkunjung, kamu tinggal datang saja ke Medan, Kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun, dan kamu bisa melihat kemegahan istana ini yang langsung menarik perhatian dengan dominasi warna hijau dan kuningnya

 

5. Rumah Tjong A Fie

Rumah Tjong A Fie

Rumah Tjong A Fie via 3.bp.blogspot.com

Apa yang membuat sebuah rumah Tjong A Fie bisa menarik wisatawan datang untuk mengunjunginya? Rumah Tjong A Fie adalah rumah yang dulunya dimiliki oleh Tjong A Fie, dimana beliau adalah orang terkaya di Medan pada masa lampau.

Tjong A Fie meninggal pada tahun 1926 akibat mengalami pendarahan otak. Namun, Tjong A Fie meninggalkan sebuah warisan berupa rumahnya yang kini merupakan saksi sejarah yang dijadikan sebagai museum. Konon, kekayaan yang beliau miliki, beliau bagikan sebelum meninggal kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.

 

6. Taman dan Kraton Gunongan

Taman dan Keraton Gunongan

Taman dan Keraton Gunongan via satujam.com

Dimulai dari daerah Indonesia paling barat yaitu Aceh yang terkenal dengan julukan Serambi Mekkah ini, memiliki nilai sejarah yang penting untuk kamu ketahui. Salah satu peninggalan dari sejarah Nusantara yang ada di Aceh ini adalah Gunongan.

Gunongan adalah bangunan bersejarah di Aceh berupa taman lengkap dengan bangunan keratonnya. Taman serta bangunan keraton Gunongan ini merupakan peninggalan Sultan Iskandar Muda atas permintaan Putri Kamaliah yang berasal dari Pahang lalu dibawa ke Aceh, setelah Pahang ditaklukkan oleh kerajaan Aceh Darussalam.

Taman dan bangunan ini, dikatakan sebagai pemberian dan simbol cinta Sultan Iskandar Muda pada sang putri setelah sang Sultan mempersunting tuan putri. Nah, buat kamu yang suka dengan roman bersejarah, nggak perlu jauh-jauh ke India kan? Karena ternyata kamu bisa menemukan di tanah negaramu sendiri.

 

7. Candi Muara Takus

Candi Muara Takus

Candi Muara Takus via 1001indonesia.net

Kalau biasanya bangunan candi banyak terdapat di Pulau Jawa, bangunan candi yang satu ini justru ada di Pulau Sumatera, Provinsi Riau. Dari segi arsitektur dan warna, candi di Provinsi Riau ini memang berbeda dari bangunan candi yang berada di Pulau Jawa.

Kita bisa lihat nih, kalau candi di Pulau Jawa yang biasanya berwarna hitam keabuan karena dibangun dengan batu, candi Muara Takus ini justru berwarna merah cenderung orange, karena material untuk membangunnya berasal dari batu bata, batu pasir, dan batu sungai. Bangunan candi ini mulai dibangun pada tahun 1860 oleh seorang arkeolog bernama Cornel de Groot.

Dari sisi sejarahnya, candi ini merupakan salah satu bentuk peninggalan bersejarah dari kerajaan Budha Sriwijaya yang sangat termahsyur di pulau Sumatera. Karena kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan yang termahsyur, maka candi ini diyakini sebagai dinasti Sriwijaya yang paling tua di dunia.

Nah, kalau kamu ingin berswafoto dengan latar belakang bangunan bersejarah seperti candi, kamu tinggal datang saja ke Kecamatan XIII, kota Kampar, Kabupaten Kampar, yang jaraknya kurang lebih 135 km dari kota Pekanbaru. Medan menuju candi ini juga tidak sulit kok untuk dilalui dengan kendaraan, dan waktu yang dibutuhkan untuk ke lokasi ini kurang lebih 3 jam dari Pekanbaru.

 

Berwisata memang memiliki banyak manfaat dan sangat perlu dilakukan supaya kamu tidak merasa penat dengan aktivitas harianmu. Tapi, aktivitas berwisatamu akan lebih bermakna jika kamu mau mencoba untuk mengunjungi berbagai tempat-tempat bersejarah yang ada di pulau Sumatera ini, dan dijamin deh, kamu akan semakin banyak belajar dan semakin banyak tahu tentang sejarah Nusantara. Jadi, gimana traveler, tertarik untuk mampir?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *