JJC – Jalan Jalan Ceria Yuk

9 Tempat Wisata Ini Akan Menghilangkan Image Kota Cirebon Sebagai Kota Tilang!

headline-image-030

Beberapa waktu yang lalu, Cirebon heboh disindir netizen sebagai Kota Tilang. Bagaimana nggak? Oknum-oknum polantasnya punya seribu satu alasan buat menilang kamu yang masuk ke kawasan ini, terutama bagi yang berpelat nomor luar kota.

Eit, tapi tunggu dulu! Meski sempat tercitra sebagai Kota Tilang, Cirebon dijamin gak akan terlupakan olehmu yang doyan jalan-jalan, deh! Soalnya, destinasi wisata di ujung timur laut Jawa Barat ini ternyata kece-kece, lho!

Apa aja sih pesona yang dimiliki kota yang berjuluk Kota Udang ini? Yuk, cari tahu sama-sama!

 

1.Cirebon Waterland

Cirebon Waterland

Cirebon Waterland via pbs.twimg.com

Cirebon Waterland Ade Irma Suryani merupakan tempat wisata baru di Cirebon yang baru saja dibuka pertengahan 2015 lalu. Di sini, kamu bisa berbasah-basah ria lewat beberapa wahana air seperti waterboom, kolam arus, dan kolam renang bertaraf internasional. Dekorasi berbentuk kapal dan pasir pantai menambah apik tempat ini.

Buat kamu yang pengen menginap, tersedia pula sejumlah cottage yang dapat kamu sewa. Untuk bermain air sepuasnya di tempat wisata ini, kamu cukup merogoh kocek mulai 30 ribu rupiah. Tak begitu mahal, ‘kan?

 

2. Desa Belawa

Kura-kura Belawa

Kura-kura Belawa via i.ytimg.com

Bila kamu menyukai dunia fauna, kunjungan ke Desa Belawa di Cirebon tentu wajib hukumnya. Di kawasan ini, kamu dapat menemukan spesies kura-kura endemik Cirebon yang disebut kura-kura Belawa (Amyda cartilaginea). Berbeda dengan kura-kura pada umumnya, kura-kura Belawa berwarna hitam legam, berparuh panjang, dan tempurungnya cekung.

Saat ini, populasinya mencapai sekitar 100 ekor yang berdiam pada habitat asli yang dijaga dengan baik. Warga sekitar menganggap kura-kura ini keramat, makanya tak ada orang yang berani mengusiknya sehingga satwa ini tetap bertahan sampai sekarang.

 

3. Situ Patok

Situ Patok

Situ Patok via 1.bp.blogspot.com

Ingin menikmati panorama danau yang tenang? Kunjungi saja Situ Patok yang membentang di Kecamatan Mundu, tak jauh dari pusat kota Cirebon. Situ ini bagai miniaturnya Danau Toba di Sumatera Utara, sebab kamu dapat menemukan sebuah pulau kecil di tengahnya.

Nikmati berkeliling menumpang perahu kayu di area seluas 175 ha ini. Gunung Ciremai yang gagah menghias pemandangan sebagai latar belakang panorama danau.

 

4. Keraton Kasepuhan

Keraton Kasultanan Cirebon

Keraton Kasultanan Cirebon via 3.bp.blogspot.com

Kota Cirebon adalah pusat kasultanan Cirebon yang berjaya pada masa lalu. Sisa-sisa kejayaannya bisa kamu temukan di Keraton Kasepuhan yang menjadi salah satu objek wisata favorit di Kota Udang. Arsitektur bangunannya merupakan perpaduan dari tiga budaya, yaitu Jawa, Eropa, dan Tiongkok, serta tiga agama, yaitu Islam, Hindu, dan Buddha.

Kamu juga dapat menikmati berbagai koleksi museum keraton yang umumnya berupa benda-benda pusaka, lukisan, maupun benda-benda saksi sejarah Kasultanan Cirebon.

 

5. Tamansari Gua Sunyaragi

Gua Sunyaragi

Gua Sunyaragi via www.pintuwisata.com

Konon, Tamansari Gua Sunyaragi memang menjadi tempat favorit bagi Sultan Cirebon dan keluarganya untuk menyepi sementara dari urusan duniawi. Dari luar, tempat ini serupa gundukan batu yang kurang beraturan. Tapi, begitu memasukinya, kamu akan menemukan ruangan-ruangan yang biasa digunakan keluarga Sultan untuk beristirahat dan bersemedi.

Sesuai namanya, sunya yang berarti sepi dan ragi yang berarti raga, kawasan cagar budaya ini cenderung tak terlalu ramai. Kamu pun bisa mencoba bermeditasi di tempat ini kalau mau.

 

6. Makam Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati via metlandhotelcirebon.com

Kamu tentu tak asing lagi dengan Wali Songo yang menyiarkan ajaran Islam secara damai di Nusantara. Salah satu anggota Wali Songo, yaitu Sunan Gunung Jati, dimakamkan di Cirebon, lho. Tempat ini selalu ramai didatangi pengunjung yang hendak berziarah.

Dinding makam ini dihiasi dengan piring-piring porselen khas Tiongkok. Piring-piring ini melambangkan cinta istri Sunan Gunung Jati, Putri Ong Tien, yang juga merupakan putri kaisar Tiongkok. Ia dimakamkan hanya beberapa meter dari suaminya. Benar-benar cinta abadi, ya!

 

7. Banyu Panas Gempol Palimanan

Banyu Panas Gempol Palimanan

Banyu Panas Gempol Palimanan via 1.bp.blogspot.com

Setelah puas berkeliling kota Cirebon, tubuhmu tentu bakal terasa penat, dong? Nah, kawasan Banyu Panas Gempol Palimanan adalah tempat yang mujarab untuk mengembalikan energimu. Di sini, nikmatilah segarnya berendam air panas sampai puas. Apalagi, konon air panas ini sanggup menyembuhkan beragam penyakit, lho.

Dari pusat kota, kamu cukup menempuh perjalanan sekitar 30 menit untuk sampai ke tempat wisata ini. Segarnya air panas yang berpadu dengan naungan pepohonan hijau siap memanjakanmu. Surga banget, deh, pokoknya!

 

8. Bukit Gronggong

Resto di Bukit Gronggong

Resto di Bukit Gronggong via klapamanis.com

Ketika malam tiba, hal yang paling asyik dilakoni di Cirebon adalah nongkrong di atas Bukit Gronggong. Bukit ini bisa kamu temui di jalur menuju ke arah Kuningan. Dari atas, kerlip lampu kota Cirebon terasa artistik dan romantis. Maka, tak heran bila tempat ini menjadi favorit kalangan muda-mudi untuk nongkrong menikmati malam.

Di kawasan ini, berjajar resto-resto khas anak muda yang bisa kamu sambangi. Kapan lagi bisa dinner romantis bareng pacar sembari menikmati panorama lampu kota Cirebon?

 

9. Kampung Batik Trusmi

Kampung Batik Trusmi

Kampung Batik Trusmi via 4.bp.blogspot.com

Liburan ke Cirebon jelas belum afdol kalau belum membeli oleh-oleh khasnya. Soal ini, Kampung Batik Trusmi adalah tempat yang wajib kamu datangi. Di sini, kamu bisa membawa pulang batik berkualitas sebagai oleh-oleh dengan harga miring.

Selain belanja batik, kamu juga bisa menikmati berbagai kuliner khas yang dijajakan di sini. Ada nasi jamblang, nasi lengko, empal gentong, sampai tahu gejrot khas Cirebon. Dijamin gak rugi, deh!

Mudah-mudahan, Cirebon gak lagi jadi Kota Tilang, ya. Soalnya, kamu pasti udah gak sabar buat melancong ke sana, ‘kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *