9 Destinasi yang Wajib Kamu Kunjungi Saat Liburan Singkatmu di Jogjakarta!

headline-image-kanan-084

Jogja… Jogja… Jogja Istimewa… Tidak hanya istimewa orangnya, melainkan tempat wisatanya pun juga gak kalah istimewa! Hari gini siapa sih yang gak kenal dengan kota sejuta pesona yang satu ini? Kota yang mempunyai magnet besar untuk menarik para traveler berkunjung ke kota ini.

Jogja selalu punya cerita bagi para turis yang berkunjung kesini. Banyak tempat wisata alam yang pastinya bikin kamu gak mau melepaskan tangan kamu dari kamera guna mengabadikan momen itu. Well, apa aja sih tempat wisata alam yang ada di kota sejuta pesona ini? Let’s go!

 

1. Bukit Watu Lumbung

Kedai Wedangan Watu Lumbung
Kedai Wedangan Watu Lumbung via scontent.cdninstagram.com

Punya hobi nongkrong? Bukit Watu Lumbung bisa jadi salah satu pilihan kamu, traveler! Kedai yang satu ini terletak di Bantul, Yogyakarta.

Kedai ini sudah lama terkenal. Kenapa kedai ini recommended banget? Karena di kedai ini ada yang menarik dan wajib kamu coba, traveler! Baru-baru ini Watu Lumbung menyediakan sebuah kedai buat kamu yang ingin menikmati pemandangan alam sambil bersantai dan ber-selfie bersama teman-temanmu!

Kedai ini menyediakan bermacam-macam menu minuman dan makanan yang gak kalah oke lho! Contohnya ada wedang jahe, wedang uwuh, wedang ronde, dan masih banyak lagi menu andalan lainnya. Menikmati pemandangan alam yang dihiasi rona merah matahari terbenam ditambah dengan ditemani si dia sekaligus sambil minum yang hangat-hangat sepertinya sayang untuk dilewatkan.

Jumlah kedai yang ada di Bukit Watu Lumbung ini tidak hanya berjumlah satu kedai saja, akan tetapi banyak kedai yang dibuat lengkap untuk melihat sisi mana yang ingin kamu nikmati. Sehingga kamu tinggal pilih kedai mana yang menurutmu menarik untuk kamu kunjungi!

 

2. Desa Wisata Kalibiru

Kalibiru
Kalibiru via blog.via.id

Memanjat pohon demi bisa menikmati pemandangan alam dari atas pohon dengan si dia boleh juga dicoba! Ditambah dengan angin sejuk yang akan menemani waktu santaimu. Wow! Kamu bisa mendapatkan semua itu hanya di Kalibiru, traveler!

Kalibiru adalah tempat yang tak lagi di ragukan keindahanya. Cukup masukkan Koordinat Gps S 7.80823 derajat T 110.12941 derajat, kamu akan dipandu dalam perjalanan untuk sampai di lokasi.

Tempat ini pas banget buat kamu yang suka outbound. Karena di sini disediakan arena games yang bisa kamu cobain bersama semua temanmu.

Dan buat kamu yang suka dengan dunia fotografi, jangan lupa bawa kamera terbaikmu dan berikan jepretan dengan hasil semaksimal mungkin. Karena panorama sekeren ini wajib banget kamu abadikan, traveler!

 

3. Kebun Teh Nglinggo

Piknik Kebun Teh Nglinggo
Piknik Kebun Teh Nglinggo via 4.bp.blogspot.com

Samigaluh, Kulon Progo tepatnya di desa Nglinggo, terdapat sebuah kebun teh yang baru-baru ini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai penjuru kota. Perkebunan teh yang sangat luas ini tertata indah dan rapi. Di sini kamu diperbolehkan berfoto dan melihat secara langsung pohon teh yang berada di desa Nglinggo.

Selain kebun teh, ternyata ada air terjunnya juga lho traveler! Air terjun Watu Jonggol terletak di bawah persis kebun teh ini. So, buat kamu yang mau menikmati dinginnya gemericik air terjun, jangan lupa mampir ya!

 

4. Puncak Suroloyo

Puncak Suroloyo
Puncak Suroloyo via piknikasik.com

Selamat pagi traveler! Siapkah kamu naik ke puncak pagi ini? Jika sudah siap, yuk kita olah raga pagi! Perkenalkan dulu, Puncak Suroloyo ini sudah sangat lama menjadi wisata yang sangat menarik sebenarnya namun kurangnya informasi maka puncak ini tidak seheboh tempat wisata lain.

Namun di luar itu semua, puncak ini istimewa sekali traveler! Bagaimana tidak? Meskipun Suroloyo berada di kabupaten kulon Progo kamu bisa mengintip Candi Borobudur dan Gunung Merapi dengan sangat jelas dari sini. Bisa dibayangkan seberapa tinggi Puncak Suroloyo ini?

Perlu Traveler ketahui, untuk bisa naik sampai puncak, traveler harus bisa taklukan ribuan anak tangga berjalan naik. Maka benar-benar siapkan stamina kamu ya!

 

5. Kebun Buah Mangunan

Kebun Buah Mangunan
Kebun Buah Mangunan via berangkaaat.files.wordpress.com

Kebun Buah Mangunan berada di desa wisata Mangunan, Imogiri. Di kebun buah ini, kamu tidak hanya menikmati beragam buah-buahan melainkan kamu bisa menikmati indahnya pemandangan di atas awan. Yap! Buat kamu pengejar sunrise, ini tempat recommended banget buat menikmati indahnya kabut pagi ditemani dingin yang menusuk kulit.

Kamu bisa menikmati sunrise atau pendar merah sunset di gardu pandang. Tapi biasanya sih pengunjung sudah berdatangan dari jam 5 pagi lho demi menikmati keindahan matahari terbit. So, siap-siap bangun pagi ya traveler kalau mau menikmati keindahan matahari terbit di kebun buah ini!

 

6. Paralayang Parangtritis

Paralayang Parangtritis
Paralayang Parangtritis via yogyawisatadannusantara.files.wordpress.com

Yuhuu! Pantai! Main air! Basah-basahan!

Weits, jangan salah traveler! Di pantai yang satu ini kamu gak hanya bisa bermain dengan ombak lho! Tapi kamu bisa ber-paralayang ria menguji adrenalinmu.

Tapi tunggu, pantai apa sih yang menawarkan uji adrenalin ini? Yap! Parangtritis! Pantai yang terkenal dengan pasir hitamnya. Pantai ini berada di daerah Bantul. Di sekitaran pantai ini juga terdapat beberapa pantai lainnya yang gak kalah oke juga lho!

Buat kamu yang ingin mencoba paralayang di Parangtritis, kamu bisa datang ke pantai ini. Jangan bingung jangan heran, meluncur darimana ya paralangnya. Paralayangnya itu meluncur dari atas bukit yang tidak jauh dari tempat parkir.

So, buat kamu yang gak takut dengan ketinggian, kamu bisa lho mencoba olahraga menantang yang satu ini! Terlebih pada saat sunset! Pemandangannya dijamin bikin kamu berdecak kagum akan keindahan ciptaan-Nya!

7. Embung Nglanggeran

Embung Nglanggeran
Embung Nglanggeran via 4.bp.blogspot.com

Kamu termasuk penikmat pemandangan dari puncak gunung? Dari atas embung ini kamu bisa menikmatinya traveler! Embung nglanggeran berada di Desa Nggalenggeran, Patuk, Gunung Kidul. Di sini cocok banget buat kamu yang ingin menikmati pemandangan kota Jogja.

Embung yang diresmikan oleh pemerintah pada bulan Februari tahun 2013 lalu, menjadi bahan perbincangan di sosial media karena lokasinya yang sangat strategis dan memiliki spot guna menikmati pemandangan kota sejuta pesona ini.

 

8. Bukit Bintang

Wisata Malam Bukit Bintang
Wisata Malam Bukit Bintang via emkatourjogja.com

Bukit bintang. Bukit yang dihiasi dengan sejuta bintang. Tapi jangan salah persepsi traveler. Bintang yang dimaksud di sini adalah kelap-kelip berjuta lampu di kota Jogja pada malam hari. Kamu bisa melihat indahnya pendar lampu yang menghiasi kota Jogja.

Sambil menikmati pemandangan, kamu juga bisa menghangatkan tubuh dengan memesan teh atau minuman hangat lainnya di kedai sekitar Bukit Bintang ini. Cocok juga lho buat kamu yang hobi nongkrong santai bersama teman.

Oiya, Bukit Bintang ini terletak di daerah Patuk, Gunung Kidul. Tidak jauh dari pusat kota Jogjakarta. Siapkan jaket ya traveler! Karena udara di bukit ini cukup dingin di malam hari.

 

9. Goa Pindul

Goa Pindul
Goa Pindul via 1.bp.blogspot.com

Masih berlokasi di Gunung Kidul, di sebuah desa Gelaran terdapat sebuah goa. Goa ini cukup terkenal karena keunikannya. Goa Pindul termasuk goa basah. Basah di sini dalam artian terdapat aliran air di dalamnya.

Untuk menyusuri goa ini, kamu harus menaiki sebuah ban, lengkap dengan baju pelampungnya. buat yang datang bersama rombongan, siap berbaris menyusuri goa ini ya! Jangan lupa bawa kamera untuk mengabadikan momen liburanmu.

Jogja memang kota istimewa dengan sejuta keindahan yang wajib kamu kunjungi! So, tunggu apa lagi! Saatnya kamu buktikan rasa penasaranmu! Share yuk ceritamu!

3 Destinasi Wisata Tersembunyi di Kulon Progo Ini Bisa Kamu Nikmati Saat Liburan Bersama Keluarga!

headline-image-kanan-081

Mulai bosan dengan wisata kota di seputaran Malioboro atau pantai-pantai di Bantul dan Gunung Kidul? Ini saatnya kamu mencari petualangan baru di Kulon Progo!

Meski sering dipandang sebelah mata dibandingkan dengan kabupaten lainnya, ternyata Kulon Progo menyimpan begitu banyak potensi wisata alam yang selama ini belum banyak diketahui khalayak umum. Baru pada awal 2015 lalu akhirnya beberapa destinasi wisata di Kulon Progo naik pamor dan mulai banyak dikunjungi para traveler.

 

1. Hamparan Hijau Menyegarkan di Kebun Teh Nglinggo

Kebun Teh Nglinggo
Kebun Teh Nglinggo via 1.bp.blogspot.com

Kebun Teh Nglinggo adalah salah satu destinasi yang sedang naik daun. Terletak di Desa Wisata Nglinggo, Samigaluh, Kulon Progo, kebun teh ini menyajikan panorama indah dengan latar belakang Perbukitan Menoreh.

Pagi hari adalah waktu yang paling tepat jika kamu ingin berkunjung ke tempat wisata yang menetapkan restribusi masuk seharga Rp 3.000 ini. Kabut tipis dan udara segar adalah kemewahan yang bisa dinikmati.

Tracking di antara hamparan tanaman teh, naik mobil off road mengelilingi kawasan kebun teh, atau sekedar duduk-duduk santai sambil menikmati pemandangan adalah beberapa kegiatan yang bisa kamu lakukan di tempat wisata ini. Nah, jika tertarik melakukan tracking, setidaknya ada tiga puncak bukit yang bisa jadi pilihan. Satu di sisi barat dan dua di sisi utara.

Bersiaplah untuk ngos-ngosan ya kalau kamu memutuskan untuk berjalan menaiki puncak bukit di sisi barat. Tanjakan panjang menanti untuk ditaklukkan. Namun kelelahan itu akan terbayar dengan suguhan panorama indah yang serba hijau dari hamparan tanaman teh. Memanjakan mata dan hati pokoknya.

Dua puncak lainnya di sisi utara bernama Puncak Dempok dan Puncak Kendeng. Keduanya merupakan puncak dari Gunung Kukusan yang secara administratif masuk ke dalam wilayah Magelang, Jawa Tengah.

Di kedua puncak ini, wisatawan bisa menikmati panorama delapan gunung yang terdapat di Yogya dan Jawa Tengah, seperti Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo, Ungaran, Sumbing, Sindoro serta Prau. Kamu hobi berburu sunrise? Puncak Dempok dan Puncak Kendeng adalah spot yang bisa jadi alternatif!

 

2. Merasakan Sensasi Jatuhnya Air dari Ketinggian 30 meter di Grojogan Watu Jonggol

Grojogan Watu Jonggol
Grojogan Watu Jonggol via usaihujan.files.wordpress.com

Ketika matahari mulai meninggi dan kamu sudah terpuaskan dengan panorama di Kebun Teh Nglinggo, maka destinasi lain bisa jadi tujuan berikutnya. Berada tak jauh dari kebun teh ini terdapat air terjun Grojogan Watu Jonggol.

Letaknya masih berada di wilayah Samigaluh dan berada di ketinggian 900 mdpl. Dari celah-celah bukit yang masih alami, Grojogan Watu Jonggol terbentuk dan bisa jadi salah satu tempat alternatif melepas penat.

Tidak ada restribusi untuk masuk ke tempat wisata ini. Wisatawan cukup membayar Rp 2.000 untuk parkir kendaraan. Setelah memarkirkan kendaraan, jalanan menurun sepanjang kurang lebih 500 meter harus kamu lewati untuk sampai ke Grojogan Watu Jonggol.

Penunjuk arah untuk sampai ke air terjun sudah terpasang dengan jelas. Jalan tanah setapak dan beberapa anak tangga, serta perkebunan milik penduduk setempat adalah “santapan” awal sebelum sampai ke grojogan. Sekitar setelah 10 menit berjalan, mulailah terdengar gemuruh air terjun dari kejauhan. Tak lama kemudian sampailah di Grojogan Watu Jonggol.

Kamu akan disambut dengan air terjun berketinggian 30-40 meter dan debit air yang besar. Kawasan sekitar air terjun yang masih sangat alami semakin memanjakan mata. Kekurangan dari air terjun bertingkat tiga ini adalah dasar grojogan yang cukup sempit. Hal ini membuat wisatawan tidak bisa leluasa bermain air, apalagi berenang. Tapi kalau kamu ingin merasakan segarnya air dengan membasuh muka atau merendam kaki berlama-lama, hal itu masih bisa saja dilakukan kok.

Dan jika kamu sampai nekat berbasah-basahan hingga seluruh badan pun tak jadi masalah. Ada kamar mandi milik warga setempat yang berada di dekat parkiran kendaraan yang bisa dipakai untuk membilas badan.

Masih belum puas bermain air? Tak perlu berkecil hati! Kulon Progo masih menyimpan banyak spot menarik untuk disambangi. Tak jauh dari Samigaluh, terdapat kecamatan Girimulyo yang mempunyai beberapa spot air terjun indah.

 

3. Indahnya Kombinasi Air Dua Warna di Kedung Pedut

Kedung Pedut
Kedung Pedut via myworldarticle.files.wordpress.com

Jika Grojogan Watu Jonggol tak memuaskan hasratmu bermain air, maka Air Terjun Kedung Pedut bisa jadi pilihan berikutnya. Air terjun yang berada di Dusun Kembang, Desa Jatimulyo, ini mempunyai keunikan tersendiri karena mempunyai dua warna air yang berbeda, yakni putih/bening dan hijau tosca. Tak percaya? Buktikan sendiri dengan datang ke Kedung Pedut!

Dari tempat parkir kendaraan, wisatawan harus berjalan menuruni lembah untuk sampai ke lokasi air terjun. Kurang lebih 15 menit menapaki jalan tanah, sampailah di aliran sungai yang berasal dari Kedung Pedut. Kamu tinggal menyeberangi sungai dan kolam alami dengan jembatan bambu dan sampai di depan air terjun Kedung Pedut.

Sesampainya di depan air terjun, buktikan sendiri bahwa Kedung Pedut memang unik dengan perpaduan warna airnya yang putih/bening dan hijau tosca. Letaknya yang berada di dasar lembah dan diapit dua tebing tinggi membuat Kedung Pedut semakin istimewa. Jangan lupa abadikan momen indah ini dengan banyak-banyak berfoto dan ber-selfie ria ya!

Selain Kedung Pedut, kecamatan Girimulyo juga masih mempunyai beberapa air terjun menarik lainnya. Ada air terjun Setawing, air terjun Grojogan Sewu, air terjun Sigembor, Grojogan Mudal, dan air terjun Kembang Soka. Lokasinya yang saling berdekatan membuatmu mempunyai banyak pilihan dalam sekali perjalanan. Kamu bisa berpindah dari satu air terjun ke air terjun yang lain karena tiap tempat mempunyai sensasinya sendiri-sendiri.

Akses untuk sampai ke Samigaluh dan Girimulyo ini terbilang mudah. Apabila kamu berangkat dari Kota Yogya, maka berkendaralah menuju Jl. Kyai Mojo sampai dengan perempatan Demak Ijo Ringroad Barat. Lalu lurus ke Jl. Godean sampai Pasar Godean. Lurus lagi hingga perempatan Nanggulan, belok kanan sampai perempatan Dekso, lalu belok kiri sampai Pasar Plono. Setelah itu belok kanan dan ikuti petunjuk ke arah Desa Wisata Nglinggo.

Kecamatan Girimulyo terletak tak jauh dari Samigaluh. Letaknya masih searah dengan petunjuk di atas. Jika tersesat atau kebingungan, tak perlu sungkan untuk bertanya ke warga sekitar. Mereka akan dengan baik hati membantumu menuju arah yang benar hingga sampai ke tujuan.

Agar bisa sampai ke tempat-tempat wisata ini, pastikan kendaraan traveler dalam kondisi yang prima ya! Karena jalan menuju Samigaluh dan Girimulyo cukup terjal dan berkelok-kelok. Kamu juga perlu meningkatkan kewaspadaan jika jalanan basah usai hujan. Perjalanan dengan motor atau mobil bisa ditempuh dalam jangka waktu 1-1,5 jam dari Kota Yogya.

Jadi, tunggu apa lagi? Kulon Progo tak kalah dengan tempat-tempat lain bukan?

6 Pantai di Jogja Ini Menawarkan Suasana Camping yang “Syahdu”!

headline-image-kanan-076

Seperti kita ketahui, pantai adalah daerah yang memisahan perairan laut dengan daratan. Yang dimana biasanya permukaan pantai terdiri dari hamparan pasir luas dan menjadi pemisah antara daratan (tanah) dan air laut.

Daerah pantai inilah yang kemudian biasanya dijadikan oleh wisatawan menjadi tempat rekreasi keluarga dikarenakan tempat wisata ini memiliki hembusan angin yang kencang berpadu dengan terik matahari, belum lagi dinginnya angin serta deburan ombak dari lautan yang menjadi daya tarik tersendiri.

Hal ini disebabkan oleh daerah pantai yang berpasir membuatnya sukar untuk ditumbuhi tanaman-tanaman yang menjulang tinggi, sehingga membuat daerah pantai menjadi tempat yang terbuka karena jarangnya tanaman yang hidup di sana.

Hal ini pula yang membuat sebagian orang menjadikan daerah pantai sebagai salah satu tempat favorit untuk ber-camping ria. Seperti beberapa pantai berikut yang menyajikan spot camping jempolan yang ada di daerah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Apa aja sih? Yuk disimak!

 

Pantai Indrayanti

Pantai Indrayanti
Pantai Indrayanti via 3.bp.blogspot.com

Nama Pantai Pulang Sawal mungkin kurang familiar dikalangan masyarakat, pantai ini lebih dikenal dengan nama Pantai Indrayanti. Seiring berjalannya waktu, pantai ini memang lebih dikenal sebagai Pantai Indrayanti dibandingkan nama aslinya, hal ini merujuk pada sebuah kedai di Pantai Pulang Sawal yang terpampang sangat besar bertuliskan “Indrayanti”.

Pantai ini cukup unik, dengan memiliki bibir pantai yang bisa dibilang sempit, pantai ini cukup ramai dijadikan area camp oleh wisatawan dikarenakan suasana malam hari di pantai ini lebih cerah disebabkan jarak antara bibir pantai dengan jalan utama dan beberapa kedai serta penginapan yang tidak terlalu jauh memungkinkan pantai ini mendapat pencahayaan lebih.

Pantai ini juga masih terjaga kebersihannya karena pengelola meberlakukan sistem denda bagi yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Hal ini juga tentunya sebuah tindakan yang positif untuk tetap menjaga kebersihan pantai, agar tetap dapat dinikmati bersama pengunjung lainnya.

 

Pantai Pok Tunggal

Pantai Pok Tunggal
Pantai Pok Tunggal via wisataterbaru.com

Akses menuju ke Pantai Pok Tunggal ini sedikit ekstrim, ditambah bila kamu ingin berkunjung di musim hujan, karena akses menuju ke pantai ini masih sangat “alami”, kombinasi antara batu karang yang menghampar dengan tanah sedikit merepotkan pengunjung.

Jika hujan turun dipastikan jalanan akan sedikit berlumpur. Belum lagi jalan yang tidak terlalu lebar dan gelap (di waktu malam) dikarenakan minimnya penerangan yang memadai di sisi jalan. Namun, setelah sampai di daerah pantai, seketika rasa lelah kamu akan terbayar lunas!

Bagaimana tidak, dengan bibir pantai yang cukup lebar dan panjang, pantai ini juga bisa dinikmati dari atas bukit yang mengapit di kedua sisi pantai. Camp areanya pun tergolong juara!

Biasanya wisatawan menggunakan tong sampah sebagai tempat untuk membakar api dengan tujuan untuk tidak mengotori daerah pantai setelah kayu terbakar habis menjadi abu dan sisa-sisa abu pembakaran dapat dengan mudah dibersihkan untuk tetap menjaga daerah pantai terlihat bersih.

 

Pantai Siung

Pantai Siung
Pantai Siung via 3.bp.blogspot.com

Pantai yang berada di daerah ujung timur Gunungkidul ini cukup menyita waktu selama perjalanan menuju ke sana, namun jalan yang ditempuh sudah sepenuhnya ter-aspal baik.

Untuk spot camp di pantai ini cukup unik, kamu bisa mendirikan tenda di atas bukit karang disekitar pantai yang tidak terlalu tinggi, namun cukup memberi sensasi “syahdu” tersendiri mendengar hentakan ombak menghempas dinding karang yang kamu pijak, belum lagi keamanan dari kemungkinan tenda kamu tersapu ombak dikarenakan kamu berada di atas bukit.

Untuk api, tak perlu risau, kamu juga dapat menyalakan api unggun dan mudah dibersihkan karena diatas tebing ini beralaskan tanah, sehingga sisa pembakaran kayu tadi tidak akan mengotori daerah camp.

Dinding-dinding tebing bukit menjadi penahan angin pantai yang biasanya cukup kencang di malam hari. Dinding bukit di pantai ini juga bisa dijadikan sarana olahraga panjat tebing bagi kamu yang memiliki nyali yang cukup tinggi.

 

Pantai Sadranan

Pantai Sadranan
Pantai Sadranan via 2.bp.blogspot.com

Letaknya berdekatan dengan Pantai Pulang Sawal (Indrayanti), camp area pantai ini juga bagus, bahkan untuk kamu yang memang bertujuan untuk camping di pantai ini.

Untuk urusan kayu bakar, kamu tak perlu payah mencari, penjaga pantai yang juga petugas parkir di Pantai Sadranan ini juga menjual kayu bakar bagi kamu yang ingin menikmati suasana malam di pantai ditemani dengan api unggun.

Bagi kamu yang tidak membawa tenda juga bisa menyewa pendopo/gubuk kecil di tepi pantai yang memang untuk disewakan oleh para warga di pantai ini. Selain itu, pantai ini juga memiliki spot snorkeling yang menawan.

Kamu dapat menikmati semua keindahan pantai ini, baik siang maupun saat malam. Belum lagi saat petang, jika cuaca memungkinkan, kamu dapat menikmati suasana matahari terbenam dengan indah.

 

Pantai Jungwok

Pantai Jungwok
Pantai Jungwok via perseagreen.files.wordpress.com

Pantai yang lokasinya sangat berdekatan dengan Pantai Wediombo ini berada cukup jauh dari kota Yogyakarta. Selain itu Pantai Jungwok mempunyai keunikan tersendiri, yaitu adanya aliran sumber air yang langsung mengalir menuju ke laut.

Pantai ini masih amat jarang dikunjungi oleh wisatawan dikarenakan lokasinya yang cukup sulit dan jauh untuk dijangkau. Jika kamu berniat mengunjungi pantai ini, diharapkan kondisi kendaraan kamu dalam kondisi prima karena perjalanan menggunakan kendaraan bermotor yang akan ditempuh lumayan jauh.

Saat memasuki pintu masuk pantai ini, kamu diharuskan untuk tracking sejenak menuruni daerah bukit yang sedikit terjal dan licin terlebih saat musim hujan. Dengan dikelilingi bukit yang menjulang, kamu dapat mendirikan tenda dengan nyaman, karena pantai ini memiliki camp area yang lumayan besar dengan permukaan yang datar.

Bibir pantai dari pantai ini cukup bagus karena berbentuk setengah lingkaran. Dengan backview bukit karang yang menjulang. Wow banget pokoknya!

 

Pantai Wohkudu

Pantai Wohkudu
Pantai Wohkudu via 3.bp.blogspot.com

Pantai yang berlokasi di daerah Panggang, Gunungkidul ini, memiliki keindahan berupa gugusan bukit yang seolah mengepung daerah pantai. Jadi, seolah-olah traveler berada di daerah pribadi saat berada di pantai ini.

Belum lagi hamparan pohon kelapa yang berada di belakang pantai ini akan menambah syahdu suasana saat kamu berada di pantai. Ya, pohon kelapa lumayan banyak ditemukan di pantai ini.

Berbeda dari pantai di Gunungkidul pada umumnya dimana permukaan tanah lebih didominasi oleh karang. Untuk di Pantai Wohkudu ini, jarak antara camp area pasir dan camp area tanah atau rumput sangat berdekatan dengan bibir pantai sehingga pengunjung dapat leluasa menikmati suasana camp yang sedikit berbeda dari kebanyakan pantai yang ada.

Untuk fasilitas MCK di pantai ini juga masih terbatas, dimana pengelola hanya menyediakan satu bilik kamar mandi saja.

Untuk bibir pantainya, Pantai Wohkudu terbilang pendek, namun camp area yang ada di pantai ini sangatlah luas. Jika musim hujan tiba, kamu tak perlu khawatir.

Kamu dapat mendirikan tenda di bawah tebing bukit yang mengelilingi pantai ini, sehingga tenda akan aman dari air hujan. Bahkan kamu dapat menyalakan api unggun dibawah tebing bukit yang membuat kamu seperti sedang berada di dalam sebuah gua.

Demikian beberapa review pantai yang layak dijadikan tempat referensi camping di Gunungkidul, Yogyakarta terutama bagi traveler yang ingin menimati suasana pantai yang berbeda, yakni di malam hari.

Kopi, nyanyian, deburan ombak, dinginnya hembusan angin serta hangatnya api unggun melebur menjadi satu menamakan diri mereka sebagai kesyahduan yang akan menjadi bumbu penyedap liburanmu.

Jangan lupa untuk selalu mengecek kondisi kendaraan dan jaga kondisi tubuh agar liburanmu menjadi berkesan. So, pantai mana yang akan menjadi tujuan camp kamu?

Menjamahi Pesona Baru dan Kuliner Low Budget di Jogja!

headline-image-kanan-069

Jogja memang sudah terkenal dengan destinasi wisatanya yang seakan tidak pernah habis. Setiap tahun, kota ini selalu didatangi oleh turis dan wisatawan karena daya tariknya yang istimewa. Tak jarang para mahasiswa yang melanjutkan studi di kota ini selalu mengeksplor tempat wisata yang ada. Kadang, waktu studi mereka bahkan tidak cukup untuk menikmati semua keindahan Jogja.

Bagi mahasiswa dan terutama anak kos, kadang berwisata ini menjadi hal yang harus dipikirkan dua kali. Mereka takut membutuhkan biaya yang tidak sedikit ketika melakukan perjalanan itu. Eits, jangan salah! Jogja masih tetap ramah di kantong untuk soal makanan dan wisata lho!

Daripada kamu penasaran, lebih baik baca dulu yang berikut ini yuk!

 

1. Kebun Teh Kulon Progo

Kebun Teh Kulon Progo
Kebun Teh Kulon Progo via 4.bp.blogspot.com

Kebun teh Jogja ini berada di daerah Kulon Progo, tepatnya di dusun Nglinggo, desa Nglinggo Barat, Pagerharjo, Samigaluh. Tempat ini masih tergolong baru, tapi untuk sekadar refreshing menikmati pemandangan hijau bolehlah kebun teh ini dijadikan salah satu tujuan perjalanan kamu. Harga masuknya cukup murah meriah, hanya membayar tiket masuk seharga kurang dari lima ribu. Dengan harga segitu murahnya, kamu sudah bisa merasakan sensasi naik-naik menyusuri perkebunan teh.

Kulinernya memang belum banyak tapi kamu akan disuguhi warung-warung yang menujal aneka minuman dan makanan ringan seperti teh, kopi, mie instan, atau gorengan. Fasilitas itu cukup untuk menemanimu untuk bersantai sambil menikmati pemandangan kebun teh. Buat yang suka selfie-selfie tempat ini cukup bagus tapi ingat tapi jangan merusak alam ya.

 

2. Candi Sambisari

Gambar Candi Sambisari
Gambar Candi Sambisari via 3.bp.blogspot.com

Eksotisme keindahan peninggalan sejarah masa lalu bisa kamu lihat pada candi Sambisari. Candi Sambisari hanya terletak 5 menit dari sebelah barat dari candi Prambanan, tepatnya di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Candi satu ini cukup unik karena berada di lingkungan desa-desa. Ketika kamu memasuki lingkungan candi, kamu tidak langsung menemukan stupa seperti kebanyakan, tetapi kamu harus terus berjalan lurus masuk ke dalam baru akan menemukan candi. Yang lebih seru lagi, tipe candi ini seperti di bawah tanah, jadi berada di Sambisari seperti melihat keindahan kuil bawah tanah.

Pemandangan dari atas terlihat sangat cantik. Seperti melihat pemandangan dari dalam mangkuk, dari depan terdapat dua lapisan dinding dari batu-batu putih. Tiket masuknya pun masih terbilang murah, tidak sampai lima ribu rupiah. Kamu sudah bisa mempelajari sejarah sekaligus mendapat pemandangan yang menakjubkan dari kuil bawah tanah, begitulah orang-orang menyebutnya.

 

3. Pantai Kwaru Bantul

Pantai Kuwaru
Pantai Kuwaru via jogjalan.com

Mungkin beberapa orang mulai bosan dengan Pantai Parangtritis, Samas, atau Depok yang ada di Bantul. Cobalah bergerak di daerah Poncosari, Srandakan, Bantul.

Di sana kamu bisa menemukan pantai dengan suasana asri, yakni pantai Kuwaru. Menariknya, pantai ini memiliki hutan cemara udang yang menghiasi kawasan pantai. Jadi, kamu tak perlu khawatir akan kepanasan, meski hutan cemara udang ini sebenarnya sengaja ditanam oleh dinas setempat agar bisa menahan abrasi pantai yang cukup berat.

Hal ini membuat pengunjung semakin betah untuk berlama-lama di Pantai Kuwaru karena kabarnya tanaman pohon cemara udang ini mampu menetralisasi udara yang banyak mengandung garam sehingga memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen lebih banyak.

Bisa dibilang tempat ini cocok sekali untuk kalian yang berpiknik ria bersama keluarga atau teman tanpa khawatir panas-panasan. Spot-spot di pantai ini banyak yang unik dan menarik. Bahkan, di tempat ini tak jarang sering digunakan untuk foto pre-wedding. Di pantai ini juga menyediakan beberapa wahana bagi kalian yang ingin sedikit bermain-main, seperti kolam renang, ATV motor, motor trail, kereta mini, mandi bola, dan lain-lain.

 

4. Tombo Ngelak

Tombo Ngelak
Tombo Ngelak via scontent-cdg2-1.cdninstagram.com

Puas jalan-jalan, jika ingin bersantai sejenak sambil mencicipi kuliner anti miansteram aneka shake dan milktea, kamu bisa mencoba Tombo Ngelak. Sebagai informasi, Mas Adam dari SO7 merupakan pemilik dari Tombo Ngelak yang terletak di ruko GOR Klebengan. Jangan terkejut kalau tempatnya kecil. Meski begitu, tempat ini setiap harinya selalu ramai pengunjung.

Tak heran sih, tempat ini memang cukup nyaman untuk nongkrong dan dekat dengan lingkungan kampus. Selain itu, harganya pun cukup bersahabat di kantong mahasiswa, yakni kisaran Rp 8000 sampai Rp 25.000.

Menu-menu yang tersaji di sini antara lain aneka shake, milktea, ice cream, hot mix, waffel, dan aneka dessert. Jadi, bagi kalian ingin jalan-jalan sambil mencari suasana baru boleh mencoba tempat ini, khususnya kalau kamu penggemar aneka milkshake.

5. Aniayya Menu Keju yang Semena-mena

Aniayya
Aniayya via scontent.cdninstagram.com

Pernah makan roti bakar dengan taburan keju atau coklat yang luber melimpah ruah? Di Jogja ada satu tempat di mana kamu akan merasa “dianiaya” oleh melimpahnya taburan keju. Ya, Aniayya memang nama tempatnya.

Tempat ini terletak di sekitar Kridosono dan Jalan Kaliurang km 5. Warung makan ini begitu spesial karena terkenal dengan roti bakar, mie, milkshake, dan berbagai makanan lain yang ditaburi keju dengan semena-mena.

Harganya pun sangat bersahabat, misalnya satu porsi roti bakar dengan taburan keju susu dan coklat cukup dengan Rp8.500, sedangkan indomie rebus keju pun seharga Rp8000. Menu minuman pun tidak ada yang di atas Rp10.000.

Belum lama ini, Gerai Aniayya mulai buka dari jam 10.00 pagi hingga jam 01.00 dini hari. Nah, siap untuk merasakan teraniyaya di Aniayya, silakan buktikan sendiri.

Sekarang kamu sudah tidak bisa lagi berkata “tidak ada budget” untuk jalan-jalan di Yogyakarta ya! Tempat-tempat di atas bisa menjadi salah satu alternatif wisata yang menjanjikan dan tidak perlu keluar banyak dana. Jalan-jalan hemat, kepuasan pun dapat.

Selamat menelusuri sudut Jogja yang masih tersembunyi!

11 Destinasi Istimewa Kota Jogja yang Bikin Instagram Kamu Makin Kece!

headline-image-kanan-067

Kini memang media sosial jadi lagi tren di kalangan anak muda. Munculnya istilah selfie, wefie, dan lainnya bikin kita semakin akrab dengan hasil majunya teknologi ini. Ini semua karena kemudahan kita dalam mengabadikan momen spesial, ditambah adanya aplikasi-aplikasi penunjang yang mudah.

Itulah juga yang terjadi dalam bidang traveling. Ke mana pun kita pergi, rasanya kurang afdal jika kita tidak mengabadikannya lalu upload di media sosial. Berbagai media sosial pun jadi ajang menyebarkan informasi yang cepat dan akurat, apalagi untuk destinasi wisata.

Kalau kamu ada di Jogja dan sekitarnya, atau berniat pergi ke Jogja, berikut ini adalah rangkuman keistimewaannya yang akan membuat kamu tidak akan lupa mengabadikannya!

 

1. Pagi, Siang, atau Malam, Tugu Tetap Menarik

Tugu Yogyakarta
Tugu Yogyakarta via www.travelistasia.com

Salah satu landmark kota Yogyakarta ini merupakan spot yang jangan sampai terlewatkan jika kamu mengunjungi Kota Gudeg. Tugu Jogja adalah sebuah tugu yang tak terlalu tinggi, namun memiliki mitos yang sangat menarik untuk diketahui.

Tugu Yogyakarta ini merupakan penghubung garis imajiner antara Gunung Merapi yang terletak di Utara dan Laut Selatan yang terletak di selatan Yogyakarta. Uniknya, jika ditarik garis lurus, Gunung Merapi, Tugu Yogyakarta, dan Pantai Selatan berada dalam satu garis.

Jika malam tiba, mulailah tugu ini dikerumuni oleh wisatawan yang berfoto ria. Kadang saking ramenya wisatawan, akses menuju Tugu ini jadi macet. Ada baiknya berfoto ria pada saat pagi hari, sangat pas jika kamu tak ingin ada orang asing masuk frame foto kamu.

 

2. Mulai dari Plang Jalan Malioboro hingga Suasana Khas Jogja

Malioboro Yogyakarta
Malioboro Yogyakarta via www.rare-angon.blogspot.com

Siapa sih yang tak tahu Malioboro? Jika kamu ke Jogja rasanya belum lengkap jika tidak menyambangi kawasan Malioboro. Pada saat musim liburan tiba, kamu akan merasakan Time Square di New York ala Indonesia. Ya, ada satu plang petunjuk Jl. Malioboro yang berada di ujung jalan dekat dengan Stasiun Tugu Yogyakarta.

Jika pada saat liburan datang, kamu akan mengantre untuk dapat berfoto di sana. Itulah yang membuatnya unik. Sejatinya sih ada beberapa plang yang sama sepanjang Jalan Malioboro, tapi entah kenapa, plang di ujung utara itu selalu menjadi kerumunan.

Tak ada salahnya kamu menyusuri sepanjang Jalan Malioboro ini. Kamu bisa berjalan kaki atau berkendara dengan menaiki delman atau becak yang terdapat di sepanjang Jalan Malioboro. Kamu juga bisa mendapatkan berbagai macam oleh-oleh di sepanjang jalan Malioboro ini, tapi sebaiknya kamu menawarnya supaya mendapatkan harga yang sesuai.

 

3. Setelah Puas Menyusuri Malioboro, Sampailah Kamu di Titik 0 Km Yogyakarta

Titik 0 Km Yogyakarta
Titik 0 Km Yogyakarta via www.orig13.deviantart.net

Setelah kamu puas menyusuri sepanjang Jalan Malioboro, di arah selatan atau ujung Jalan Malioboro kamu akan menemukan 0 km Yogyakarta. Titik 0 km merupakan titik patokan perhitungan jarak antardaerah di Yogyakarta dan kota lain di luar DIY.

Jika malam hari, Titik 0 km ini akan ramai dengan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Ambience Jogja-nya akan sangat terasa pada saat malam hari. Temaram lampu yang menghiasi bangunan-bangunan yang mengelilingi 0 km inilah yang menyajikan suasana Jogja banget!

Terdapat beberapa bangunan di sekitar 0 KM Yogyakarta yang merupakan peninggalan kekuasaan Belanda. Terdapat Benteng Vredeburg, Gedung Bank Indonesia, Gedung BNI, Gedung Pos Indonesia, dan Gedung Agung yang merupakan bekas Istana Negara saat pemerintahan Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta. Pastinya beberapa destinasi wisata ini sangat menarik untuk menambahkan hasil jepretan kamu kedalam feed media sosial.

 

4. Mengenal dan Merasakan Hidup di Istana Raja Jogja Lewat Keraton

Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta via www.triptojogjakarta.com

Mungkin beberapa orang akan mengatakan bosan jika mengunjungi tempat wisata sejarah semacam ini. Jangan salah ya, buat kamu yang memang suka jeprat-jepret dan menghiasi feed media sosialmu, tempat semacam ini memiliki segudang daya tarik untuk kamu abadikan, mulai dari arsitekturnya, kebudayaan, serta suasananya.

Buat kamu yang suka ber-OOTD ria, banyak spot-spot yang bisa kamu jadikan untuk mengekspresikan hasrat fashion kamu. Aktivitas di dalamnya juga bisa jadi sasaran bidikan kameramu, seperti para abdi dalem yang sedang beraktivitas ataupun berbagai benda seni yang terdapat di dalam Keraton Yogyakarta.

 

5. Jangan Mengintip di Tempat Mandinya Putri Keraton

Taman Sari
Taman Sari www.gateofjava.files.wordpress.com

Tak jauh dari Keraton Yogyakarta, kamu bisa mengunjungi tempat pemandian raja dan para selir-selirnya pada zaman dahulu yang sekarang sudah tidak terpakai lagi. Taman Sari memiliki beberapa kompleks yang terbagi-bagi dan semuanya memiliki fungsi dan cerita tersendiri.

Karena dimakan usia, beberapa bangunan Taman Sari memang terlihat seperti puing-puing yang runtuh. Kesan itulah yang membuat daya tarik untuk berfoto ria disini. Dengan nuansa warna coklat dari bangunan Taman Sari, nuansa klasik akan muncul dan tak kalah jika dibandingkan berfoto di Eropa.

 

6. Memandang Jogja dari Ketinggian di Panggung Krapyak

Panggung Krapyak
Panggung Krapyak via www.photos.wikimapia.org

Terletak di selatan Keraton Yogyakarta, Panggung Krapyak ini sedang menjadi highlight di feed media sosial. Bangunan yang menjulang tinggi ini dahulu kala dipakai sebagai tempat untuk berburu para raja-raja Keraton.

Konon katanya juga dipakai sebagai gardu pandang pasukan jika ada musuh yang berada dari daerah selatan. Kalau dilihat-lihat sih memang mirip dengan Benteng Rotterdam. Harus dicoba, memandang Jogja dari bangunan ini, beda!

 

7. Menikmati Snowboarding ala Jogja di Gumuk Pasir Parangkusumo

Gumuk Pasir Parangkusumo
Gumuk Pasir Parangkusumo via www.yogyakarta.panduanwisata.id

Menuju selatan dari Yogyakarta, Pantai Karangkusumo yang terletak bersebelahan dengan Pantai Parangtritis ini memiliki daya tarik tersendiri, yaitu adanya Gumuk Pasir. Gumuk Pasir mungkin bisa digambarkan seperti padang pasir di Gurun Sahara, hanya saja Gumuk Pasir ini bukan di gurun, melainkan di pesisir pantai. Jika kamu berfoto di sana, kamu akan terlihat layaknya kamu berfoto di sebuah gurun, unik bukan?

Dikarenakan adanya perbedaan ketinggian dan dataran di Gumuk Pasir yang bergelombang, lokasi ini dimanfaatkan untuk Sand Boarding. Ya, layaknya snowboarding yang berseluncur di salju, bedanya ini di pasir. Coba dan rasakan sendiri keasikannya bermain Sand Boarding. Jika hendak ke sana, jangan lupa pakai kacamata hitam ya.

 

8. Nuansa Artsy di Lokal Hotel & Restaurant yang Pasti akan Membuatmu Jatuh Hati

Lokal Hotel & Restaurant
Lokal Hotel & Restaurant via www.jejakbocahilang.files.wordpress.com

Jalan-jalan sudah, pastinya lapar dong? Ya, ini adalah sebuah restoran dan sekaligus hotel dengan konsep menarik. Lokal Hotel & Restaurant ini terletak di Jembatan Merah yang pasti mudah untuk ditemukan, walaupun sedikit jauh dari Malioboro.

Begitu sampai, di depan disuguhi dengan restoran, lalu masuk ke dalam terpampang besar sebuah tulisan yang menghiasi tembok “Jogjakarta”. Tulisan ini sangat eye catching ditambah dengan ambience ruangan yang minimalis dengan perpaduan furnitur dari kayu serta tambahan lighting yang ciamik.

Wajar saja tempat ini sangat populer di media sosial. Tangan kamu pasti akan gatal untuk menjeprat-jepret setiap sudut tempat ini. Jika hendak melepas lelah, hotelnya yang terletak di belakang. Nyaman sudah pasti, dan kamu tak akan sadar sudah beberapa foto yang sudah kamu ambil nanti.

 

9. Kapan Lagi Bisa Menginap di Hotel yang Eco Friendly nan Hijau dan Sejuk kalau Bukan di Greenhost Prawirotaman

Greenhost Prawirotaman
Greenhost Prawirotaman via www.discoveryourindonesia.com

Jika tak mau terlalu jauh dari kawasan Malioboro, kamu bisa memilih Greenhost Prawirotaman sebagai tempat melepas lelahmu. Seperti namanya, Greenhost terletak di Jl. Prawirotaman II alias kawasan yang banyak bule-bulenya. Greenhost menawarkan hotel dengan konsep eco friendly yang sangat menarik. Ini terlihat dari penggunaan material-material daur ulang pada bangunannya serta interiornya.

Hotel ini pun juga tak kalah menarik untuk diabadikan ke dalam foto kamu. Dijamin unik dan membuat teman kamu yang belum pernah ke sini akan ingin segera mengunjunginya. Di rooftop Greenhost ini, terdapat rumah kaca yang di dalamnya terdapat sayur mayur segar yang ditanam secara hidroponik. Kapan lagi menginap di hotel dengan konsep yang beda dan tentunya akan menambah hijau feed media sosial kamu?

10. Agak Nyempil tapi Pawon Cokelat Guest House Menyuguhkan yang Beda

Pawon Cokelat Guest House
Pawon Cokelat Guest House via www.r-ec.bstatic.com

Penginapan yang bertipe guest house ini memang belum lama terdengar gaungnya. Pawon Cokelat Guest House terletak tidak jauh dari Malioboro, yaitu di Jl. Sosrowijayan Wetan, Gg. 01 No. 102. Hotel ini menyuguhkan sebuah tempat peristirahatan yang berbeda dari lainnya. Kamu akan mendapatkan kesan hommy dari guest house ini dan juga sejuk karena terdapat berbagai tanaman di setiap sudutnya.

Interior serta model bangunannya yang terkesan unfinished ini malah menambah kesan unik, apalagi dipadupadankan dengan perabot yang unik dan dengan warna yang bold. Mau selfie, mau foto OOTD, mau pakai tongsis, semuanya sah-sah saja dan tentu saja pasti akan mengundang like postingan media sosial kamu.

11. Melepas Lelah sekaligus Bersantai di Adhistana Hotel dan Lawas Café dengan Interior Bernuansa Klasik yang Kekinian

Adhistana Hotel
Adhistana Hotel via www.q-ec.bstatic.com

Selain beberapa penginapan di atas, Adistana Hotel dan Lawas Café ini tentunya juga menyajikan keunikan tersendiri. Sesampainya di depan hotel, kamu pasti akan tergugah untuk mengambil gambar. Ada beberapa spot yang sering menjadi incaran pengunjung.

Masuk ke dalam dari lobby hingga kamar akan terasa ambience yang homy, klasik, dan minimalis. Penggunaan elemen warna putih dan kayu sangat terlihat, ditambah dengan penerangan yang memakai warna kekuningan saat malam hari.

Selain tempat untuk melepas lelahmu, di sini juga terdapat tempat nongkrong yaitu Lawas Café yang terletak di depan Hotel Adhistana ini. Lawas Café yang dindingnya dihiasi oleh doodle-doodle yang sangat menarik ini memang sangatlah kekinian oriented. Interior dan perabotnya pun sangatlah unik dan beda hingga membuat hasrat untuk berfoto semakin meningkat.

 

Tak perlu pergi jauh-jauh untuk menikmati kota Yogyakarta. Semua yang dibahas tadi akan cukup membuat media sosial kamu semakin hits dan kece. Dijamin kamu akan mendapatkan banyak like dari followers kamu. Ini semua pokoknya paket lengkap, udah liburan, eksis juga! Ya kan?

7 Destinasi Wisata Anti Mainstream di Yogyakarta yang Harus Segera Kamu Kunjungi!

headline-image-044

Yogyakarta? Yap! Kota sejuta pesona! Ramah tamah penduduknya! Siapa sih yang gak kenal sama Malioboro, Keraton Yogyakarta, ataupun Tugu? Dan masih banyak lagi tempat wisata yang bisa kamu kunjungi kalau kamu berlibur kesini. Tapi kamu harus bersabar ya traveler kalau ke Jogja pas waktu liburan. Siap-siap padat merayap! Karena pasti sejumlah tempat wisata akan mengalami ledakan pengunjung!

Tenang traveler! Gak semua tempat wisata bakalan padat kok. Karena wajib banget nih nyoba sesuatu yang anti mainstream di kota ini. Dan gak salah lagi kalau Kota Gudeg yang satu ini menyediakan tempat wisata yang oke banget buat kamu jelajahi. Let’s go, traveler!

 

1. Gumuk Pasir

Gumuk Pasir
Gumuk Pasir via www.jogja.co

Kalau traveler berkunjung ke Parangtritis, kemudian tiba-tiba lapar melanda dan pengen berkuliner seafood ria ke Pantai Depok, coba deh jangan lewat jalan raya. Karena ada sebuah jalan yang menghubungkan Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Dan di jalan itu gak ada pengecekan karcis oleh petugas pajak di sana. Nah di antara kedua pantai tersebut, kamu bakalan bertemu dengan Gumuk Pasir.

Jangan heran kalau di Gumuk Pasir ini, kamu bakalan melihat pasir dimana-mana. Ya karena tempat ini memang isinya pasir semua. Kasarannya mirip seperti gurun pasir gitu. Apa sih traveler yang terbersit di pikiran kamu ketika melihat gurun pasir? Sandboarding mungkin? Yap! Di sini kamu bisa sandboarding ria lho!

Dan gak sedikit juga gurun pasir yang satu ini digunakan untuk foto prewedd. Berminat segera meluncur ke Gumuk Pasir traveler?

 

2. Taman Bunga Enceng Gondok

Taman Bunga Enceng Gondok
Taman Bunga Enceng Gondok via www.yukpegi.com

Akhir 2015 lalu Gunung Kidul sempat dihebohkan dengan Kebun Bunga Amarylis yang indah. Banyak banget “anak gaul” yang berbondong ke sana namun ujung-ujungnya malah merusak. Hih! Bikin geram juga ya traveler!

Sepertinya petani Bantul tidak mau kalah nih. Tau gak sih traveler? Salah satu petani di daerah Palbapang, Bantul, awalnya tidak sengaja membudidayakan tanaman enceng gondok. Namun karena irigasi di sawah sang petani tidak mengalir, akibatnya ada genangan, maka tumbuhlah si eceng gondok ini.

Berawal dari sinilah, tercipta sebuah hamparan eceng gondok di atas sebuah lahan seluas 100m2. Wow! Dijamin si Eichhornia Crassipes menarik hati kamu! Cocok buat kamu yang suka selfie dengan pemandangan alam yang indah. Tapi tenang, tanaman indah yang satu ini gak bakalan mungkin dirusak. Secara mereka tumbuh di atas genangan air.

 

3. Kebun Buah dan Hutan Pinus Mangunan

Kebun Buah Mangunan
Kebun Buah Mangunan via ngetrip.website

Ada apa sih di desa Mangunan? Desa yang satu ini cukup kondang, traveler! Karena di sana terdapat dua objek wisata alam yang gak kalah dengan yang lain. Yap! Hutan Pinus dan Kebun Buah Mangunan.

Sekedar info, pada awal pembukaan Kebun Buah Mangunan ini bertujuan untuk membudidayakan buah-buahan. Namun karena pemandangan di sana memang indah banget, jadi dibuatlah sebuah gardu pandang.

Buat kamu yang suka melihat pemandangan sunrise, di kebun buah ini recommended banget untuk melihat sunrise. Udara yang dingin dan masih berkabut ditambah dengan pemandangan perbukitan yang bisa kamu nikmati ketika di gardu pandang bisa menyejukkan mata!

Hutan Pinus Mangunan
Hutan Pinus Mangunan via simalesmandi.files.wordpress.com

Next trip traveler kali ini adalah Hutan pinus. Hutan pinus yang satu ini mengingatkan pada film Twilight. Itu lho film yang menceritakan tentang kisah romantis si vampir ganteng Edward Cullen yang jatuh cinta dengan si Bella Swan bangsa manusia. Wow! Kok bisa? Ya bisa! Namanya juga cinta! Dijamin rimbunnya pepohonan pinus pasti bikin kamu gak mau melewatkan moment itu.

Di hutan pinus ini cocok juga lho traveler buat kamu yang mungkin masih bingung mau foto prewedd dimana. Uhuk! So, tertarik mau photo session ala-ala Bella dan Edward?

 

4. Goa Pindul

Gua Pindul
Gua Pindul via www.bawanatravel.com

Wisata ke goa? Gelap-gelapan? Wow! Boleh juga nih! Siapa takut! Ada sebuah goa di daerah pedukuhan Gelaran I, kecamatan Karangmojo yang bernama Goa Pindul, traveler. Dan goa ini termasuk goa yang berair.

Di dalam Goa Pindul terdapat sebuah sungai. Pernah terbesit nggak di benak traveler untuk naik perahu karet di sungai, tapi sungainya di dalam gua? Itulah keunikan dari goa ini. Kamu bisa menelusuri sungai di dalam lorong gua, ditambah dengan melihat hiasan stalaktit dan stalagmit yang indah. So, siap berbasah-basahan ya!

Buat kamu yang suka berwisata di pagi hari antara jam 9 sampai 10, ini waktu yang paling pas lho untuk berkunjung ke sana! Selain kamu bisa melihat cerahnya sinar matahari yang menyusup di antara lorong-lorong goa, air sungai di sana juga belum terlalu dingin.

Gimana traveler? Berminat untuk berbasah-basahan di Goa Pindul?

 

5. Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk
Air Terjun Sri Gethuk via www.telusurindonesia.com

Traveler termasuk pencinta air terjun? Jangan sampai kelewatan untuk berkunjung ke air terjun Sri Gethuk. Percaya nggak percaya sih, air terjun ini merupakan salah satu air terjun terindah di Yogyakarta.

Untuk menikmati pemandangan indah di Sri Gethuk, kamu harus berjuang agak keras karena harus naik gatek dulu. Tapi tenang aja traveler, setelah itu kamu nggak bakal nyesel karena keindahan air terjun ini.

Air terjun ini memang tidak seperti air terjun pada umumnya. Kalau kamu baru pertama kali menginjakkan kaki di sana, akan seperti bukan air terjun, karena penampakan undak-undakan yang dialiri air. Kemudian, air tersebut jatuhnya bukan ke semacam kolam, tetapi ke aliran sungai.

Jadi penasaran? Jangan lupa ajak pasukan kamu untuk menikmati keindahan air terjun yang cantik ini ya!

 

6. Wisata Alam Kalibiru

Kalibiru
Kalibiru via rizkirahmatia.files.wordpress.com

Saatnya untuk menginjakkan kaki di Kabupaten Kulonprogo yuk! Apa sih tempat tujuan wisata yang menarik di sana? Yap! Kalibiru!

Buat kamu yang hobi panjat-memanjat pasti cocok banget kalau berlibur ke Kalibiru. Mengapa bisa begitu? Karena di lokasi wisata alam yang satu ini, terdapat pohon yang digunakan untuk semacam panjat-memanjat. Nah, di tempat itu, kamu bisa menikmati pemandangan Waduk Sermo dari atas bukit dan juga indahnya lokasi bukit Manoreh.

Sebelum kamu berkendara ke lokasi wisata alam Kalibiru ini, ada baiknya kamu mengecek kendaran terlebih dahulu. Perjalanan ke sana memerlukan kondisi kendaraan yang kuat lho! Secara, kondisi jalan yang lumayan banyak tikungan tajam dan menanjak. So, siapkan fisik kamu ya!

 

7. Candi Ratu Boko

Candi Boko
Candi Boko via wisataterbaru.com

Apa yang bakal terpikirkan kalau kamu berlibur ke daerah Sleman? Mengunjungi situs bersejarah seperti candi mungkin? Di sana banyak pilihan candi yang bisa kamu kunjungi lho!

Misalnya saja Candi Ratu Boko. Ratu Boko ini merupakan situs peninggalan bersejarah yang dahulunya adalah sebuah istana. Di area sekitar istana ini juga terdapat beberapa candi kecil. Dan dari sini juga kamu bisa menikmati kemegahan Candi Prambanan.

Sebenernya apa sih kelebihan dari Istana Ratu Boko? Buat traveler yang suka menikmati romantisnya sunset, ini tempat recommended banget buat kamu. Di candi yang satu ini, banyak spot yang bikin kamu gak bakalan melewatkan moment itu. Siapkan kamera terbaik kamu ya!

Dan satu lagi yang penting, kalau ke candi ini pada siang hari, jangan lupa pakai pakaian yang menyerap keringat ya traveler! Asli! Di sana panasnya terik banget!
So, sudah ada bayangan mau berkunjung ke mana saja di kota sejuta pesona ini? Semoga liburanmu menyenangkan ya traveler!

2 Surga Pantai Di Yogyakarta Ini Sangat Tersembunyi! Pasti Kamu Belum Pernah Mengunjunginya!

headline-image-042

Sudah bukan rahasia lagi jika daerah Gunung Kidul menyimpan begitu banyak wisata yang masih belum ter-ekspose oleh publik. Puluhan pantai terhampar di daerah yang memiliki tanah karst tersebut. Nah kali ini akan membahas tentang beberapa pantai tersembunyi di Gunung Kidul yang belum banyak dikunjungi oleh wisatawan maupun traveler. Berikut ini review-nya.

 

1. Pantai Jogan

Pantai Jogan
Pantai Jogan via www.telusurindonesia.com

Pantai Jogan meskipun tidak memiliki pasir, tetapi menawarkan keunikan yang lain dari pantai-pantai di Gunung kidul. Pantai Jogan terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus Gunung Kidul. Jika kamu sudah pernah ke Pantai Siung atau pun Pantai Nglambor, maka kamu sudah pasti melewati jalan masuk menuju Pantai Jogan. Yak benar sekali! Pantai Jogan berada sebelum Pantai Nglambor ataupun Siung. Nah untuk yang belum pernah ke sana kamu bisa mengikuti rute berikut:

Yogyakarta – Wonosari – Tepus – Purwodadi – Pantai Jogan

Jarak tempuh jika dari Piyungan untuk sampai ke Pantai Jogan kurang lebih 2 jam(motor perjalanan normal). Sedangkan untuk retribusinya dikenakan biaya 5000/orang yang sekaligus bisa digunakan untuk masuk pantai Siung ataupun Nglambor, sehingga kamu nanti cukup membayar uang parkir 2000/motor di setiap pantai yang kamu singgahi. Wah, murah banget ya!

Pantai Jogan memiliki keunikan yang berbeda dengan pantai-pantai lainnya di Gunung Kidul, yaitu terdapatnya Air Terjun Jogan yang langsung mengarah ke bibir pantai. Hal tersebut merupakan pemandangan yang sangat langka untuk sebuah pantai. Ketinggian air terjun ini kurang lebih 10 meter, yang bersumber dari perbukitan karst yang terletak di sebelah utara.

Karena kurang publikasi dan akses jalan yang masih terjal menyebabkan pantai ini belum banyak diketahui wisatawan maupun traveler. Sedangkan fasilitas yang ada di tempat ini masih termasuk kategori minim, hanya ada beberapa warung semi permanen dan juga kamar mandi yang masih terbatas.

Namun, jika kamu seorang traveler sejati, hal itu tidak akan menjadi masalah tetapi malah menjadi nilai tambah karena dokumentasi yang kamu buat seakan kamu menemukan sebuah destinasi yang benar-benar baru. Pantai Jogan tidak memiliki pasir seperti pantai-pantai lainnya karena bibir pantai berbatasan langsung dengan tebing, yang juga menjadi tempat bermuaranya air terjun tersebut menuju laut. Tapi hal tersebut bukan menjadi halangan buat kamu untuk turun dari tebing pantai ini menuju laut bebas.

Ketika awal dibuka, jika kamu ingin turun dari tebing pantai, maka kamu harus membawa peralatan turun tebing (rappelling/canyoning). Dan juga tanggung jawab untuk keselamatan masing-masing, karena pihak pengelola belum bisa menjamin keselamatan bagi yang ingin rappelling. Wah, horor juga ya!

Kabar baiknya, pada bulan November 2015, warga yang mengelola Pantai Jogan telah menyediakan jasa rappelling bagi pengunjung yang ingin turun menuju laut pantai Jogan. Tapi jangan khawatir, jika kamu masih pemula dalam dunia rappelling, maka akan dibimbing oleh instruktur yang sudah terlatih sebelumnya. Sedangkan untuk biaya jasa rappelling sekitar Rp 35.000 – Rp 50.000.

Lho, kok murah banget? Aman ga tuh? Tenang, dijamin aman! Karena standar peralatan yang digunakan sama dengan olahraga rappelling pada umumnya. Menurut pengelola, dengan harga yang murah itu bisa menarik lebih banyak wisatawan supaya datang ke pantai ini. Hitung-hitung promo!

Sensasi yang kamu rasakan di bawah juga masih belum habis. Ribuan butir percikan air yang terjun akan sangat menyegarkan. Dihujani percikan air terjun yang berasal dari perbukitan karst akan membuat kamu seakan tak percaya bahwa Gunung Kidul yang dulu dikenal sebagai daerah gersang sebenarnya mempunyai sumber air yang sangat jernih dan segar yang tersembunyi di perut bumi. Benar – benar sebuah tempat wisata alam yang saying sekali untuk dilewatkan.

 

2. Pantai Nglambor

Pantai Nglambor
Pantai Nglambor via yogski.files.wordpress.com

Jika kamu sudah berjalan di pantai Jogan yang terkenal akan air terjunnya, kali ini akan membahas tentang tetangga Pantai Jogan, yaitu Pantai Nglambor. Pantai ini terletak persis diantara pantai Jogan dengan Siung. Jadi akan sangat rugi jika kamu sudah ke pantai Jogan tapi tidak mampir ke Pantai Nglambor.

Rute ke pantai ini sama saja dengan Pantai Jogan maupun Siung. Jika kamu ingin petualangan lebih seru, dari pantai Jogan kamu bisa menjelajah bukit di kanan pantai jogan. Lama perjalanan sekitar 20 menit untuk sampai ke Pantai Nglambor. Kamu bakalan mendapat pemandangan yang sangat memukau.

Pantai Nglambor terkenal dengan snorkeling yang keren . Banyak yang mengatakan kalo Nglambor itu “Aquarium Semesta” yang dijaga dua “kura-kura” raksasa. “Kura-kura” disini bukan dalam arti sesungguhnya ya, tapi 2 pulau yang ada di sana. Jika dari sudut pandang tertentu memang mirip banget dengan 2 kura-kura saling berhadapan, padahal letak pulau itu depan belakang.

Oiya, jika kamu ke Pantai Nglambor dengan menggunakan motor nantinya kamu akan dikenakan biaya parkir Rp 2.000, sedangkan buat kamu yang berkendara dengan roda empat akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000. Air laut biru yang jernih, menjadi pemandangan yang memanjakan mata ditambah ombak yang tidak terlalu besar dan perairan yang tergolong dangkal akan sangat mengasyikkan untuk ber-snorkeling ria.

Pengelola pantai juga menyediakan peralatan snorkeling. Nantinya kamu akan mendapatkan kacamata snorkeling, pelampung, sepatu serta pemandu yang akan memandu kamu selama 1 jam penuh untuk menikmati terumbu karang di sana. Cukup terjangkau kok, kamu cukup membayar Rp 35.000 untuk biaya sewanya.

Ada juga warga yang menyewakan kamera bawah air yang bisa kamu gunakan untuk sekedar memfoto ikan, terumbu karang ataupun untuk ber-selfie ria. Untuk harga sewa kamera tersebut tergantung dari tawar menawar secara pribadi.

Meskipun di perairan dangkal, kamu tetap harus berhati-hati karena sebagian besar dasar laut pantai Nglambor adalah batu karang yang tajam. Jadi sangat mungkin bagian tubuh terkena luka goresan. Oleh karenanya, disarankan untuk menyewa peralatan snorkeling agar meminimalisir luka akibat goresan. Jika kamu tidak berminat untuk menyewa peralatan tersebut, jangan lupa memakai sandal agar telapak kaki aman saat berjalan-jalan di atas bebatuan karang.

Nah, itulah dua “surga” yang masih tersembunyi di Gunung Kidul. Jika budget kamu terbatas untuk traveling, dua destinasi di atas bisa kamu jadikan referensi. So, sudah siap melihat indahnya pemandangan laut di kedua pantai ini, traveler?